Menyulap Kampung Nelayan Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Ricky Putra Sinaro, pemuda asal Sungai Pinang, berhasil menyulap kampung nelayan menjadi destinasi wisata dunia dengan konsep Green Tourism. (Foto: Ist)
Ricky Putra Sinaro, pemuda asal Sungai Pinang, berhasil menyulap kampung nelayan menjadi destinasi wisata dunia dengan konsep Green Tourism. (Foto: Ist)

Dikampus ternama tersebut saya bicara " Green Tourism Solusi Pariwisata Dunia " serta " Green and Blue Healing " bagaimana membuat program wisata yang menyehatkan dengan back up konsep Forest Healing dan Oceanic Healing. Dan pada saat itu semua peserta seperti terpana setelah saya mengatakan bahwa ahli biologi memegang peranan yang sangat penting dalam dunia kepariwisataan karena mereka yang ahli tentang flora dan fauna. Akhirnya para dekan yang lain dikampus tersebut meminta saya juga untuk bicara difakultasnya masing - masing. Bahkan bersama Fakultas biologi Unand dan biologi ITB kami akan bekerjasama how to create a green tourism destination diIndonesia.

Karena dalam bisnis pariwisata yang saya geluti " walaupun tanpa ijazah dan modalpun bisa! " asal kreatif dan berani dalam menggarap programnya.

Bahkan dalam konsep pariwisata yang saya kuasai apapun bisa dijual. Bahkan kendala bisa menjadi nilai yang sangat ekonomis asal kita jeli dalam penggarapan dan target marketnya.

Sengaja diawal bisnis saya dipariwisata saya memulai dengan konsep Life Experience Tourism dengan menjual keunikan sebuah destinasi dan apa adanya.

Dan orang baru di team saya selalu saya suruh untuk terjun langsung dalam sebuah program supaya mereka betul - betul dapat pengalaman langsung dalam penggarapan sebuah program. Dan setelah trip baru orang - orang baru tersebut saya ajak diskusi lebih serius dan minta tanggapan mereka tentang program tersebut. Dan biasanya saya selalu menantang mereka untuk membuat program yang sama dikampungnya masing - masing sesuai dengan situasi dan kearifan lokal masing - masing. Saya memberi banyak pengalaman kepada mereka dan sedikit teorinya.

Sebelum program atau kegiatan dimulai kami selalu briefing terakhir dan berdoa. Dan sebagai penutup saya selalu memberi yel - yel dengan mengucapkan "Sumatra And Beyond!" Dan semua team membalas dengan semangat " Ichi Ban no Hito. Ganbate! (Jadilah orang nomor 1) dan semua saling berpelukan. Karena selalu memotivasi mereka untuk menjadi orang nomor 1 dibidang mereka masing - masing. Dan saya tidak melatih mereka untuk menjadi pekerja bahkan menjadi kompetitor saya!

Semboyan tersebut dalam bahasa Jepang. Karena saya beberapa kali diundang kesana oleh organisasi kepemudaan disana Nippon Senin Kyokai.Disana saya banyak diberi kesempatan belajar dan terinspirasi dari pola kehidupan disana.

Bahkan saya pernah diberi kehormatan yang luar biasa oleh Japan Walking Association pada tahun 2002 untuk membuka iven jalan kaki terbesar didunia " Tokyo International ThreeDay Marc" karena sebelumnya telah membuat heboh Jepang dengan aksi jalan kaki perdamaian (PeaceWalk) 400 km mengelilingi Pulau Kyusu setelah tragedi Bom Bali yang meluluhlantakan pariwisata Bali dan Indonesia. Aksi jalan kaki saya tersebut menjadi berita dimedia - media disana. Bahkan Ayumi Hamasaki artis Jepang ternama ingin berjalan kaki bersama saya sambil membawa bendera Merah Putih. Dan lebih hebat lagi perjalanan tersebut ditulis dalam sebuah buku dalam bahasa Jepang " Kyusu Romance Walking "

Itulah...kadang negara lain lebih menghargai kita dibanding dinegara sendiri. Tapi tidak jadi masalah yang penting bagaimana kita tetap berbuat untuk agama dan bangsa!

Ricky Putra Sinaro Pelopor Green Tourism di Sungai Pinang - Mandeh

Akhirnya Ricky dengan pengalamannya yang saya rasa sudah cukup saya tantang dia untuk membuat Green Tourism Destination ( protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people and support conservation ) dikampungnya. Karena dia begitu ulet. Disamping bahasa Inggris dia juga sudah menguasai bahasa Perancis.

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini