Biasanya diawal pembuatan program disuatu destinasi saya selalu turun langsung dahulu untuk melihat potensi apa yang akan diangkat nantinya.
Dan ketika pertama keSungai Pinang saya masih menggunakan perahu karena belum ada jalan kesana. Dan saya langsung takjub dengan keindahan alam dan kehidupan desa nelayannya. Dan saya langsung optimis untuk memulai program disana.
Dan saya mengutarakan hal tersebut kepada ayah Ricky yang kebetulan wali nagari disana. Dan dia sangat senang sekali dan mengabulkan permintaan saya untuk mengundang para tetua adat disana untuk mendiskusikan hal tersebut. Alhamdulillah setelah berkumpul mereka semua senang untuk mendukung ide kami.
Menjadi Nelayan di Sungai Pinang
Hal pertama yang saya lakukan bersama Ricky dengan keahlian saya dalam mendesign program wisata Life Experience Tourism kami memulai program disana "Bagaimana Menjadi Nelayan" karena saya berpikir untuk orang - orang tertentu pasti merasa senang mendapat pengalaman baru tinggal didaerah terpencil dan minim fasilitas.
Karena akomodasi belum ada disana saya menggunakan rumah penduduk untuk penginapannya dan memperbaiki beberapa rumahnya khususnya fasilitas MCK.
Saya sengaja menjual program yang keahlian orang kampung disana. Menjadi Nelayan! Jadi saya tidak perlu lagi melatih mereka karena itu sudah keahlian mereka. Dan bahkan mereka jauh ahli dari pada saya. Tapi yang saya ajar kepada mereka masalah etika dalam melayani tamu apalagi bule. Masalah safety karena itu adalah yang utama apalagi dilaut. Juga standar pariwisata lainnya seperti sapta pesona.
Dan ibu - ibupun kami latih cara melayani tamu dirumahnya dengan kamar tidur yang rapi dan bersih dan table manner. Dan kami ajar juga mereka cooking class dengan membawa chef dari hotel diPadang dan juga tata cara dan tata boga dengan menyiapkan makanan yang bisa diterima juga oleh lidah bule.Disamping itu dalam program yang kami design mulai dari 5 sampai 7 hari para pemuda juga kami latih untuk melakukan green action seperti penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, aksi bersih kampung dan pantai. Karena setiap tamu yang datang kami ajak untuk melakukan Green Action tersebut.
Dan para pemuda yang mempunyai keahlian khusus seperti seni dan budaya kami ajak untuk terlibat dalam acara tersebut.
Akhirnya program tersebut menjadi popular dan banyak wisatawan yang datang kesana khususnya dari Inggris dan Perancis.
Editor : MS