Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta (100%) mampu menginstal dan login ke aplikasi SIAPIK, sedangkan 16,7 persen peserta berhasil menyusun laporan keuangan lengkap sesuai SAK-EMKM.
Sebanyak 80 persen peserta juga menyatakan telah memahami manfaat laporan keuangan untuk menilai kinerja usaha, mengembangkan bisnis, serta memenuhi syarat pembiayaan.
Menurut Syamsul Amar, SIAPIK sangat relevan bagi UMKM karena sistem pencatatannya sederhana dan tidak memerlukan pengetahuan akuntansi mendalam.
“Aplikasi ini cukup mencatat penerimaan dan pengeluaran, tetapi hasilnya sudah bisa dikonversi menjadi laporan keuangan yang diakui lembaga keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Vici Syahril Chairani menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga kesadaran pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan usaha.
“Dengan pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan lebih percaya diri mengelola bisnisnya dan membuka akses pembiayaan dari bank,” katanya.Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Kemitraan (PMKM) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNP dengan nomor kontrak 2222/UN35.15/PM/2025.
Tim berencana mengadakan pelatihan lanjutan tahap II agar peserta dapat menyusun laporan keuangan secara lengkap berdasarkan data transaksi riil usaha masing-masing. (***)
Editor : MS