Padang, - Aksi lingkungan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup BEM KM Universitas Andalas (UNAND) menjadi sorotan publik. Bertempat di Jalan Lingkar Rektorat UNAND, aksi bertajuk Mimbar Bebas Lingkungan: Berani Bicara, Berani Bertindak ini mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk menyalakan kembali kepedulian terhadap bumi.
Mimbar bebas tersebut menjadi ruang terbuka bagi siapa pun untuk menyuarakan gagasan, kritik, maupun aspirasi tentang lingkungan hidup. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Asar Humanity selaku kolaborator utama. Dukungan itu memperkuat pesan bahwa gerakan mahasiswa dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga kelestarian alam.
Acara dimulai dengan simbolik penyerahan sampah kepada Solid Waste Creative Team (SWCT) UNAND. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata dari program pengelolaan sampah berkelanjutan di kampus. Peserta diajak ikut menyerahkan sampah mereka untuk mendukung program bank sampah yang sedang dijalankan. Melalui langkah kecil ini, kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa diharapkan tumbuh secara konsisten.
Adit, salah satu mahasiswa UNAND, menyampaikan orasi penuh semangat. Ia menegaskan bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja.
“Kita tidak bisa berdiam diri. Hutan digunduli, sungai tercemar, udara kian kotor. Ini bukan sekadar isu akademik, tapi soal kehidupan manusia,” ujarnya dengan lantang.
Sementara itu, Nabila, peserta lainnya, mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ia mencontohkan langkah sederhana seperti membawa tumbler sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Menurutnya, kebiasaan kecil bisa memberi dampak besar bila dilakukan bersama-sama.Selain orasi, acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi bertema alam dan penampilan musik dari peserta. Suasana semakin hidup saat panitia membagikan tumbler gratis hasil kolaborasi dengan Asar Humanity. Kegiatan itu menjadi bagian dari kampanye nyata pengurangan limbah plastik dan pembiasaan gaya hidup hijau.
Aksi peduli bumi ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk BEM fakultas, UKM, dan masyarakat yang sedang berolahraga pagi di sekitar kampus. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui aksi lingkungan ini, BEM KM UNAND berharap pesan cinta bumi terus bergema di setiap sudut kampus. Lebih dari sekadar acara seremonial, kegiatan ini menegaskan bahwa perubahan nyata dimulai dari kesadaran individu. Dengan semangat kolaboratif, mahasiswa UNAND bertekad menciptakan kampus hijau yang menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Gerakan seperti Mimbar Bebas Lingkungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi universitas lain di Indonesia untuk melahirkan aksi serupa. Karena menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab satu lembaga, tetapi kewajiban seluruh manusia. (***)
Editor : MS






