UNP Tuan Rumah 12th Convention and International Conference PAPTEKINDO 2025,

UNP Tuan Rumah 12th Convention and International Conference PAPTEKINDO 2025,
UNP Tuan Rumah 12th Convention and International Conference PAPTEKINDO 2025,

Konferensi yang mengusung tema “Advancing Learning Technology Media in TVET to Enhance Contribution for Sustainable Development Goals” ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci terkemuka dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (Menteri KemendiktiSaintek RI), Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. (Menteri Ketenagakerjaan RI), Prof. Ganefri, Ph.D. (UNP, Indonesia), Prof. Dr. Hla Myo Tun (YTU, Myanmar), Prof. Dr. Mochamad Bruri Triyono (ASEAVE, Indonesia), dan Assoc. Prof. Ts. Dr. Tee Tee Kong (UTHM, Malaysia). Selain itu, turut hadir pembicara undangan seperti Prof. Jyh-Cheng Jason Yu (NCKU, Taiwan) dan Assoc. Prof. Kathleen Idora Padualoran, Ph.D. (USTP, Filipina).

Rektor UNP juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pendidikan vokasi, seperti penggunaan laboratorium virtual, simulasi digital, serta analitik pembelajaran berbasis kecerdasan buatan. Menurutnya, langkah ini dapat meningkatkan akses pendidikan, memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri, serta mempercepat inovasi menuju pembangunan berkelanjutan.

Sebagai universitas yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, UNP terus berinovasi melalui berbagai program dan kemitraan strategis. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan laboratorium vokasi berbasis digital, penerapan model smart classroom dan pembelajaran hibrida, kolaborasi dengan industri untuk pelatihan berbasis kompetensi, serta penelitian tentang TVET hijau dan industri berkelanjutan.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, UNP tidak hanya mencetak profesional yang kompeten, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan,” tutur Rektor menegaskan.

ICOVEAT 2025 juga menjadi forum penting untuk memperkuat kerja sama internasional. Rektor UNP menyebut bahwa tak ada satu pun institusi yang dapat menjawab tantangan global secara sendiri. Oleh karena itu, konferensi ini menjadi ruang kolaboratif antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, riset, serta praktik terbaik dalam pengembangan TVET.

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini