Sekolah Hancur Siswa Trauma, DPRD Padang Dorong Pemko Manfaatkan Fasilitas Umum

Ketua DPRD Padang, Muharlion dialog dengan mudir Pondok Pesantren Haraqatul Quran didampingi Babinsa dan Camat terkait kerusakan yang diakibatkan banjir bandang tanggal 28 November 2025 dinihari, pondok pesantren ini mengalami rusak berat. (Foto: Ist)
Ketua DPRD Padang, Muharlion dialog dengan mudir Pondok Pesantren Haraqatul Quran didampingi Babinsa dan Camat terkait kerusakan yang diakibatkan banjir bandang tanggal 28 November 2025 dinihari, pondok pesantren ini mengalami rusak berat. (Foto: Ist)

Padang, - Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang telah meninggalkan duka mendalam bagi sektor pendidikan. Tercatat, sebanyak 1.229 siswa, yang terdiri dari 640 siswa SMP dan 589 siswa SD, kini harus kehilangan tempat belajar mereka.

Akibatnya, 22 fasilitas pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, dari terendam lumpur hingga hancur total. Situasi ini tentunya memicu kekhawatiran tentang kelanjutan proses belajar dan meningkatnya beban biaya sekolah bagi orang tua.

Ketua DPRD Padang, Muharlion, menegaskan bahwa keberlanjutan proses belajar mengajar (PBM) harus menjadi prioritas utama.

"Hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana," ujarnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk memanfaatkan fasilitas umum yang masih layak sebagai lokasi belajar sementara.

Langkah ini merupakan solusi jangka pendek yang krusial. Namun, di sisi lain, pemulihan jangka panjang memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk akses terhadap bantuan pendidikan yang memadai.

Tantangan Finansial dan Psikologis Pasca-Bencana

Di luar masalah infrastruktur, dampak psikologis pada siswa juga menjadi perhatian serius. Trauma akibat bencana dapat menghambat perkembangan belajar mereka.

Di sinilah peran konseling psikologis menjadi sangat vital untuk membantu siswa pulih secara emosional.

Selain itu, banyak siswa yang tidak hanya kehilangan sekolah, tetapi juga rumah dan seluruh perlengkapan sekolah mereka. Kondisi ini tentu menambah beban ekonomi keluarga yang sudah terpuruk.

Oleh karena itu, berbagai upaya kolektif harus dilakukan. Program donasi pendidikan bisa menjadi jalan keluar untuk membantu meringankan beban korban.

Donasi tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa berupa seragam sekolah, buku pelajaran, dan kebutuhan lainnya.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini