Ramai Ramai Niniak Mamak dan Tokoh Koto Nan Ompek Sanggah Pernyataan Zeki Dt. Paduko Tuan

Ramai Ramai Niniak Mamak dan Tokoh Koto Nan Ompek Sanggah Pernyataan Zeki Dt. Paduko Tuan
Ramai Ramai Niniak Mamak dan Tokoh Koto Nan Ompek Sanggah Pernyataan Zeki Dt. Paduko Tuan

Payakumbuh,- Reaksi keras keluar dari banyak tokoh masyarakat, Niniak Mamak, bahkan Cendikiawan serta Bundo Kanduang Nagari yang selama ini banyak diam melihat arogansi pihak dan kubu Pemko Payakumbuh terhadap Nagari Koto Nan Ompek.

Perilaku arogan dan kurang sehat ini, bertambah setelah keluar statemen dari salah satu Niniak Mamak yang baru dilantik bernama Zeki Oktariza Dt Paduko Tuan di salah satu media online Liputan Kini.

Zeki mengklaim bahwa, permasalahan tanah ulayat pasar syarikat sudah sah sesuai perjalanan adat Nagari Koto Nan Ompek, karena sudah disetujui oleh Ka Ompek Suku.

Sontak pernyataan ini, semakin menyulut tensi dan amarah para Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat, bahkan Bundo Kanduang yang sudah cukup bersabar selama ini.

Pernyataan keras, pertama keluar dari Dt. Simarajo Lelo yang mengatakan, bahwa ia selaku Sekretaris Tim Aset Nagari Koto Nan Ompek yang ditugaskan mengurusi tanah ulayat pasar syarikat ini berdasarkan hasil mufakat Nagari pada tanggal 8 Desember yang lalu, juga merasa kaget dan heran, kapan pula para Ka Ompek Suku berkumpul, bermufakat terkait masalah pasar syarikat tersebut.

"Dalam hal ini saja sudah ada kesalahan fatal dan semacam itikad tidak baik kalau memang hal ini terjadi," jelas Dt. Simarajo Lelo.

Begitu juga para Tuo Kampung seperti Almaisyar Dt Bangso Rajo Nan Kuniang. “Saya selaku Tuo Kampuang pasukuan Simabua, juga tidak ada dapat kabar bahkan informasi kalau sudah ada kesepakatan Ka Ompek Suku. Setahu saya, sesuai adat yang berlaku di salingka Nagari Koto Nan Ompek, adalah keselarasan Bodi Chaniago yang mambusek dari bumi, bajanjang naiak, baturun tanggo. Artinya, sebelum sampai Ka Ompek Suku, semua persoalan nagari mesti melalui para Tuo Kampuang dahulu," tegas Almaisyar Dt. Bangso Rajo Nan Kuniang.

Begitu juga dengan Tuo Kampuang pasukuan Piliang, Salman Dt. Mahudun. “Sampai saat ini setahu saya permasalahan tanah ulayat ini diserahkan pada tim aset yang sudah ditunjuk berdasarkan mufakat untuk mengurus HPL ke kantor BPN," jelas Datuk yang juga pengusaha di Dumai ini.

Tidak sampai di situ, awak media juga dapat schreenshoot jawaban dari salah satu Ka Ompek Suku Datuak Rajo Mantiko Alam yang menyatakan tegas bahwa tidak ada kesepakatan sama sekali atau kata-kata yang menyatakan Ka Ompek Suku menyerahkan Hak Pakai kepada Pemko Payakumbuh.

"Artinya klaim sepihak dari Zeki Oktariza Datuak Paduko Tuan juga perlu dan patut di pertanyakan kembali keabsahan. Jangan sampai dianggap sebagai pembohongan publik jilid kedua," ucap Datuak Sati Nan Balopiah yang juga sebagai Tuo Kampuang Adat.

Editor : Editor
Banner - JPSBanner - Nevi Hari IbuBanner KAIBanner Ultah SolselBanner Solsel 2
Bagikan

Berita Terkait
Terkini