Pertama, menegaskan bahwa tanah tempat berdirinya Pasar Syarikat Kota Payakumbuh sebahagian besar adalah tanah ulayat Nagori Koto Nan Ompek yang wajib dijaga dan dilindungi oleh seluruh anak nagari.
Kedua, kesepakatan yang telah dibuat oleh Pemko Payakumbuh bersama oknum Niniak Mamak pada tanggal 5 Januari 2026 lalu adalah kesepakatan sepihak dan tidak bisa mengatasnamakan Nagari Koto Nan Ompek. Untuk itu, Anak Nagari tegas menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut dianggap tidak pernah ada.
Ketiga, Anak Nagari Koto Nan Ompek sepakat dan mendukung terlaksananya Hasil Pleno Niniak Mamak Nagori tanggal 8 Desember 2025, yaitu segera mengurus sertifikat tanah ulayat ke kantor BPN. Komunikasi soal tanah ulayat nagari kedepan satu pintu yaitu melalui Tim Aset dan Advokasi yang telah dibentuk.
Keempat, Anak Nagari Koto Nan Ompek memberikan peringatan keras kepada siapapun, agar semua pihak jangan pernah lagi mencatut nama nagari tanpa melalui proses mufakat atau pleno resmi nagari. Jika hal ini dilakukan, maka Anak Nagari Koto Nan Ompek akan mengambil tindakan hukum.Kelima, para pihak yang ingin mengelola Pasar Syarikat Kota Payakumbuh, Anak Nagari Koto Nan Ompek prinsipnya sangat terbuka dan mendukung penuh. Syaratnya, agar para pihak mengikuti semua aturan adat yang berlaku Salingka Nagori Koto Nan Ompek sesuai amanat konstitusi dan UUPA No. 5 tahun 1960.
Editor : MS
