"Bagaimana pun ini adalah hunian sementara, bukan huntap (hunian tetap). Namun ini kami buat dengan kepedulian dan kesedihan yang ikut kami rasakan melihat warga kehilangan rumah karena banjir bandang," ujarnya lagi.
Evy menceritakan bagaimana ia masih mengingat, saat evakuasi warga kala banjir bandang terjadi.
"Saya ingat amak-amak di tengah hujan, gemetaran. Kami bujuk untuk mau dievakuasi. Di saat bersamaan rumahnya runtuh di belakangnya," tutur Evi.
Evi Yandri yang juga merupakan putra Pauh bukan hanya berinisiatif dan mencari bala bantuan untuk penyelesaian Huntara itu bersama Wagub Vasko. Namun Evi Yandri selama pembangunan 45 hari itu ikut turun tangan dalam membangun. Ia ibarat mandor yang juga tukang, tak segan ikut memaku, mengangkat material agar Huntara itu terbantu ikut selesai."Selama kita menunggu huntap, saya harap warga bisa kembali berfokus untuk menata kembali kehidupan dan ekonomi masing-masing. Setidaknya sekarang ada tempat pulang dan istirahat untuk sementara setelah bencana itu," paparnya lagi.
Editor : MS