Orchid Menawarkan Pengalaman
Sementara itu, Orchid menghadirkan daya tarik emosionalnya. Sekitar 12 hektar kawasan dihiasi ribuan anggrek yang menyatu dengan tegakan pinus. Udara bersih dan suasana rimbun menjadi nilai jual utama.
Saat akhir pekan, 2.000 hingga 3.000 orang datang menikmati kawasan ini. Pada hari biasa, sekitar 500 pengunjung hadir. Turis dari Malaysia dan Singapura pun rutin berkunjung. Jam operasional dibuka pukul 10.00–19.00 pada hari biasa dan 08.00–19.00 saat akhir pekan.
Seorang pengunjung, Cimon dari Sumatera, menggambarkan kesannya sederhana.
“Asri dan bersih. Cocok untuk seluruh yang ingin merasakan kehijauan di Indonesia. Pepohonannya pun rimbun, asik lah pokoknya,” ujarnya.
Di tengah perubahan cuaca yang sulit ditebak, kawasan ini terus beradaptasi. Pohon yang roboh diganti. Jalur yang rusak diperbaiki. Pengawasan diperketat. Semua dilakukan tanpa mengurangi satu hal yang paling dicari pengunjung: rasa tenang.Di sinilah keseimbangan itu diuji setiap hari. Perhutani menjaga tegakan tetap berdiri. Palawi memastikan tata kelola berjalan rapi. Orchid menghadirkan pengalaman yang menyentuh indra. Ketiganya bergerak dalam ritme yang sama.
Dan selama komitmen itu tetap menjadi yang pertama, hijau Lembang akan terus hidup. Bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai pengingat bahwa alam dan ekonomi tidak harus saling meniadakan. (***)
Editor : Redaksi