3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jika kebijakan pemulihan tidak menyentuh sektor-sektor tersebut secara langsung, pertumbuhan ekonomi akan sulit bergerak lebih cepat. Statistik mungkin terlihat stabil, tetapi kehidupan ekonomi masyarakat belum tentu benar-benar pulih.

Memang ada satu indikator yang cukup menggembirakan, yakni turunnya angka kemiskinan menjadi 5,31 persen. Namun kita juga perlu menyadari angka statistik sering kali tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan. Di sejumlah daerah, pelaku usaha kecil masih berupaya bangkit setelah terpukul oleh bencana.

Evaluasi yang dilakukan DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah karena itu tidak boleh dipandang hanya sebagai proses administratif tahunan. Evaluasi seperti ini seharusnya menjadi ruang refleksi serius untuk membaca ulang arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Pembentukan panitia khusus oleh DPRD untuk membedah LKPJ 2025 merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun yang pentingnya, bagaimana rekomendasi yang dihasilkan benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang konkret.

Pada akhirnya, angka 3,37 persen bukan sekadar laporan ekonomi tahunan. Angka itu adalah pengingat bahwa pemulihan ekonomi daerah membutuhkan langkah yang lebih serius, lebih terarah, dan lebih berani. Jika tidak, kita hanya akan terus membicarakan angka pertumbuhan setiap tahun, sementara masyarakat di lapangan masih berjuang untuk benar-benar bangkit. (***)

Editor : Editor
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini