Jakarta, - Kabar penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah memastikan sekolah tatap muka tetap berjalan normal meski kebijakan penghematan energi mulai disiapkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa tidak ada rencana pembelajaran daring (PJJ) bagi siswa SD hingga SMA sebagai bagian dari kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM).
“Pembelajaran tetap berjalan seperti biasa,” tegas Mu’ti, Selasa (24/3/2026).
Dengan demikian, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar tatap muka lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kembalinya sistem sekolah online.
Namun di sisi lain, pemerintah memang tengah menyusun strategi penghematan energi nasional. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan work from home (WFH) bagi ASN satu hari dalam seminggu.
Kebijakan tersebut muncul sebagai respons terhadap tekanan global, termasuk dampak konflik di kawasan Asia Barat yang berimbas pada konsumsi energi.Meski begitu, sektor pendidikan tidak ikut terdampak. Pemerintah secara tegas memprioritaskan kualitas pembelajaran agar tetap optimal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet telah mendorong langkah efisiensi energi di berbagai sektor. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Kabinet Merah Putih melalui berbagai skema penghematan.
Selain itu, sempat muncul wacana penerapan sistem pembelajaran hybrid dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Namun, setelah melalui pembahasan lebih lanjut, pemerintah memutuskan untuk tidak menerapkan metode tersebut saat ini.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus tetap berjalan normal.
Editor : Editor