WFH ASN: Solusi Nyata atau Sekadar Ilusi Efisiensi?

rdam Imran, Alumni FISIP Unpar HI 1985. (Foto: Ist)
rdam Imran, Alumni FISIP Unpar HI 1985. (Foto: Ist)

WFH ASN seharusnya ditempatkan sebagai pelengkap, bukan solusi utama.

Di tengah situasi ini, publik tidak membutuhkan kebijakan yang sekadar “terlihat hemat”, tetapi kebijakan yang benar-benar menghasilkan penghematan. Transparansi data menjadi kunci. Berapa liter BBM yang benar-benar dihemat? Berapa persen pengurangan konsumsi nasional? Tanpa angka yang jelas, kebijakan hanya akan menjadi asumsi yang dipoles narasi.

Pada akhirnya, esensi dari setiap kebijakan publik adalah ketepatan sasaran. Bukan sekadar niat baik, tetapi dampak nyata. Bukan sekadar cepat bertindak, tetapi tepat menyelesaikan.

WFH ASN mungkin langkah awal. Tetapi jika tidak diikuti kebijakan yang lebih berani dan sistemik, ia berpotensi menjadi sekadar ilusi—memberi rasa lega sesaat, namun tidak menyelesaikan persoalan mendasar.

Dan rakyat, seperti biasa, menunggu lebih dari sekadar ilusi. (***)

Editor : Editor
Banner InfografisBanner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini