Di titik kumpul, dilakukan pengecekan jumlah dan kondisi guru dan siswa. Jika lengkap, kepala sekolah langsung memerintahkan evakuasi.
Selama proses edukasi dan simulasi, guru-guru membimbing siswa didik dengan sungguh-sungguh. Mereka sadar bahwa ketika jam sekolah, tanggung jawab atas keselamatan siswa berada di pundak mereka.
Selanjutnya, Kepala Sekolah juga berencana akan rutin melaksanakan simulasi ini agar siswa terbiasa dan juga mengkomunikasikan tempat evakuasi sementara kepada orang tua, sehingga jika gempa berpotensi tsunami benar-benar terjadi, orang tua diharapkan menjemput anak di lokasi aman atau tidak lagi mencari ke sekolah, karena SLB Autis Harapan Bunda berada di zona merah dengan jarak 800m dari pinggir pantai Air Tawar Barat.
Bu Adek berharap agar SLB juga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk kegiatan mitigasi bencana.(**) Editor : MS