Padang, - Pimpinan Ombudsman RI, Manager Nasution melakukan Kunjungan ke Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang. Kunjungan dilakukan dalam rangka memantau secara langsung penyelenggaraan layanan pendidikan sekaligus mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan penguatan tata kelola pada program Sekolah Rakyat.
Manager Nasution menegaskan pentingnya penguatan regulasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perlindungan peserta didik dalam penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah.
Dalam pemaparannya, Kepala SRMP 4 Padang menjelaskan bahwa SRMP 4 Padang merupakan salah satu Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di lingkungan BBPPKS Padang. Program Sekolah Rakyat sendiri lahir sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan yang berisiko putus sekolah.
Saat ini pemerintah tengah mempercepat pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk Provinsi Sumatera Barat, saat ini pembangunan Sekolah Rakyat permanen sedang berlangsung di Kabupaten Dharmasraya di atas lahan sekitar 10 hektare. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat di wilayah Sumatera Barat.
Selama masa transisi menuju operasional sekolah permanen, peserta didik yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah-sekolah rintisan direncanakan akan dipindahkan secara bertahap ke Sekolah Rakyat permanen Dharmasraya. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.SRMP 4 Padang saat ini menampung 145 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Untuk mendukung proses pendidikan dan pembinaan, sekolah didukung oleh 14 wali asuh, enam wali asrama, serta tenaga pendidik yang mendampingi peserta didik selama 24 jam di lingkungan sekolah dan asrama.
Berbagai fasilitas penunjang pembelajaran telah tersedia, mulai dari asrama, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, hingga teater studio yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kreativitas siswa.
Kepala SRMP 4 Padang menjelaskan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif melalui tiga komponen utama, yakni program persiapan, program akademik, dan program asrama.
Pada tahap persiapan, seluruh peserta didik mengikuti proses talent mapping untuk memetakan potensi, minat, bakat, serta kebutuhan pengembangan masing-masing siswa. Sementara program akademik dilaksanakan berdasarkan kurikulum nasional melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Editor : Editor
