Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih panjang.
“Defisit yang melebar pada kuartal pertama itu memang by design. Sebelumnya belanja pemerintah banyak dilakukan menjelang akhir tahun sehingga dampak ekonominya sangat pendek. Sekarang strateginya diubah agar multiplier effect terhadap perekonomian bisa berlangsung lebih lama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program-program prioritas seperti MBG tidak berasal dari penambahan anggaran baru, melainkan dari realokasi belanja yang dinilai kurang produktif.
Dony juga memastikan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mematuhi batas maksimal defisit APBN sebesar tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).“Yang dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersedia agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar dan lebih cepat dirasakan masyarakat,” tutupnya. (***)
Editor : Editor
