Dony menambahkan, hasil pertanian yang dihimpun koperasi nantinya akan diserap melalui kerja sama dengan Bulog, sehingga koperasi dapat berfungsi sebagai perpanjangan tangan negara dalam menyerap hasil produksi masyarakat.
"Setelah itu akan ada pihak yang menyerap hasil tersebut, yaitu melalui kerja sama dengan Bulog," katanya.
Selain menjadi pusat distribusi dan pemasaran hasil pertanian, koperasi juga akan menjalankan fungsi simpan pinjam guna menyediakan akses pembiayaan yang lebih murah bagi masyarakat desa.
Pemerintah, lanjut Dony, telah menyiapkan skema kredit berbunga rendah yang akan disalurkan melalui jaringan koperasi desa dengan melibatkan Permodalan Nasional Madani (PNM).
"Nantinya PNM akan memanfaatkan jaringan koperasi desa untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat desa dengan bunga yang jauh lebih rendah," ujarnya.
Ia menyebut Presiden telah mengarahkan agar bunga kredit yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 24 persen diturunkan menjadi sekitar 8 persen sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.Untuk memastikan program berjalan optimal, pemerintah juga akan memberikan dukungan pada tahap awal operasional koperasi, termasuk menempatkan manajer-manajer profesional yang telah dipilih dan mendapatkan pelatihan selama dua tahun pertama.
Karena itu, Dony menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mengganggu kinerja maupun orientasi bisnis Danantara sebagai entitas komersial.
"Danantara tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai entitas komersial, sementara penugasan pemerintah dibiayai oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya. (***)
Editor : Editor
