Padang, - Pasar Tanah Kongsi di Kota Padang kini bersiap mengukuhkan dirinya sebagai salah satu ikon wisata kuliner andalan Sumatera Barat.
Pasar rakyat ini dikembangkan menjadi tempat tujuan wisata gastronomi unggulan yang terintegrasi langsung dengan kawasan cagar budaya Kota Tua Padang.
Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba’is, menjelaskan pengembangan ini berfokus pada penggalian potensi kuliner khas sekaligus peningkatan kualitas sarana prasarana.
Seluruh penataan dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) agar memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik bagi pengunjung maupun pedagang.
Salah satu keistimewaan utama Pasar Tanah Kongsi adalah kekayaan kulinernya yang lahir dari percampuran budaya.
Tidak ditemukan di tempat lain, kekhasan ini terbentuk dari akulturasi empat komunitas yang hidup berdampingan, yaitu suku Minang, Tionghoa, India, dan Nias.Keberagaman inilah yang menjadikan cita rasa dan jenis makanan di pasar ini sangat beragam, unik, dan memiliki nilai sejarah tinggi.
"Pasar Tanah Kongsi mempunyai beragam kuliner yang spesifik dan tidak ditemui di pasar lain. Di mana kuliner di sini dijual oleh empat suku yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias," ujar Masrizal.
Untuk mendukung kenyamanan keamanan, serta kebersihan tempat, pihak pengelola telah melakukan penataan ulang lapak dan pembagian zona pedagang. Penataan ini mengikuti ketentuan SNI 8152:2015 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat.
Proses pemenuhan standar nasional ini telah dirintis sejak tahun 2024, dan pasar ini resmi mendapatkan sertifikat kelulusan pada tahun 2025 lalu.
Editor : Editor