Pejabat Bukan Konten

Adrian Tuswandi, Dewas LKBN Antara, Wartawan Senior, Ketua JPS Sumbar. (Foto: Ist)
Adrian Tuswandi, Dewas LKBN Antara, Wartawan Senior, Ketua JPS Sumbar. (Foto: Ist)

Oleh: Adrian Tuswandi, Dewas LKBN Antara, Wartawan Senior, Ketua JPS Sumbar

Kritik pedas terhadap kinerja humas pemerintah kembali mengemuka di ruang digital.

Sebuah unggahan dari pegiat komunikasi @ndorokakung menjadi pemicu perdebatan hangat tentang fungsi dan peran humas di era keterbukaan informasi.

Pertanyaan mendasar yang diajukan sederhana namun menusuk apakah humas pemerintah berani menyampaikan fakta kepada pimpinan bahwa masyarakat sebenarnya bukan tidak peduli, melainkan konten media sosial yang disajikan terlalu sering hanya memperlihatkan pejabat hadir dan bergaya, bukan menjelaskan apa yang diperoleh warga dari kebijakan yang dijalankan?

‎Fenomena ini bukan isu baru. Praktisi humas di berbagai instansi mengakui telah berulang kali menyampaikan bahwa publik tidak membutuhkan postingan internal. Namun arahan pimpinan kerap menjadi kendala.

Seorang komentator dalam diskusi tersebut mengungkapkan dilema klasik pejabat meminta konten yang menonjolkan wajah mereka untuk kepentingan kampanye periode berikutnya.

Akibatnya, akun media sosial lembaga dipenuhi dokumentasi kegiatan seremonial, mulai dari pejabat menghadiri rapat, meresmikan proyek, hingga momen-momen yang seharusnya bersifat internal.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa manfaat konten semacam itu bagi masyarakat luas?

‎Budaya flexing di kalangan pejabat publik semakin memperparah situasi.

Berbagai pengamat menilai perilaku memamerkan aktivitas dan gaya hidup di media sosial dapat merusak kepercayaan publik.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini