Dony Oskaria sebelumnya memastikan proses konsolidasi tidak akan diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) .
"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," ujar Dony Oskaria.
Dony Oskaria menyebut konsolidasi BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga Rp50 triliun setiap tahun.
Efisiensi itu berasal dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya.
"Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun," ujar Dony Oskaria.
Dony Oskaria menekankan pentingnya investasi BUMN yang produktif dan efektif. Hal ini untuk menemani konsumsi domestik sebagai pilar ekonomi."Presiden menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Kami telah menerima instruksi tegas agar seluruh capaian dan data investasi disampaikan secara transparan kepada publik," ujar Dony Oskaria.
Melalui penguatan tata kelola, hilirisasi, inovasi, serta kolaborasi antar pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, BUMN terus didorong menjadi penggerak ekonomi yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. (***)
Editor : Editor