Di sisi lain, hasil penjualan telur tak lagi cukup untuk menutup biaya operasional sehari-hari.
Bukannya balik modal atau untung, banyak peternak yang mengaku harus nombok hanya agar ayam-ayam mereka tidak kelaparan.
Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi, ancaman gulung tikar bagi usaha-usaha rakyat ini jelas ada di depan mata.
Para peternak UMKM di Koto Panjang berharap pemerintah daerah tidak tutup mata melihat kondisi ini. Mereka tidak menuntut hal yang muluk-muluk.
Harapannya sederhana: ada campur tangan nyata untuk menstabilkan harga pakan dan menyelamatkan harga telur di pasaran.Setidaknya, agar usaha kecil yang menjadi periuk nasi keluarga ini bisa tetap bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang makin berat. (***)
Editor : Editor