Menurut Vasko, tingginya literasi digital generasi muda harus dimanfaatkan untuk mengubah wajah koperasi menjadi organisasi ekonomi yang modern, inklusif, dan relevan bagi generasi milenial maupun generasi Z. Dengan demikian, regenerasi anggota koperasi dapat terus terjaga sekaligus menghapus anggapan bahwa koperasi hanya diminati kalangan usia lanjut.
Selain transformasi digital, Vasko juga mendorong koperasi di Sumbar agar tidak lagi bergantung pada usaha simpan pinjam semata, tetapi mulai memperluas kegiatan ke sektor riil seperti produksi, perdagangan, dan jasa sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi para anggotanya.
Pemprov Sumbar, sambungnya, juga terus mendorong pengembangan koperasi berbasis syariah sebagai implementasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Langkah tersebut diyakini akan semakin memperkuat identitas sekaligus daya saing koperasi di Sumbar.
Di samping itu, Vasko berharap Dekopinwil turut mengambil peran aktif mengawal pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan Dekopinwil menjadi kunci untuk memastikan koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mampu tumbuh sehat, produktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Editor : MS
