“Di awal berdiri, Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Omzet juga lumayan untuk ukuran rumah makan yang baru buka. Tapi memasuki bulan keenam, kondisinya berubah. Omzet turun cukup jauh dan itu berlangsung sekitar enam bulan,” tutur Alif.
Masa tersebut menjadi salah satu ujian penting dalam perjalanan usahanya.
Ada kekhawatiran, tetapi menyerah bukan pilihan.
Memilih Bertahan dan Terus BerbenahAlif menyadari bahwa perjalanan bisnis tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Karena itu, ia memilih bertahan sembari melakukan evaluasi dan pembenahan.
“Waktu omzet turun, tentu ada rasa khawatir. Tapi saya berpikir, kalau usaha baru langsung menyerah ketika menghadapi masalah, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana usaha ini bisa berkembang. Jadi kami memilih bertahan, memperbaiki apa yang kurang dan terus mencoba,” ujarnya.
Editor : MS