Padahal, pengabaian kesehatan gigi sejak usia dini dapat berkembang menjadi early childhood caries yang menimbulkan nyeri, mengganggu aktivitas makan dan mengunyah, bahkan berpengaruh terhadap asupan gizi dan kualitas hidup anak.
Dalam penelitian itu, Arymbi menempatkan orang tua sebagai salah satu kunci utama pencegahan. Orang tua tidak hanya berperan memberikan pemahaman, tetapi juga membimbing, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Menurut Arymbi, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkuat edukasi kepada orang tua melalui program parenting. Dalam konteks tersebut, program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkuat pembinaan kesehatan gigi dan mulut anak.
Namun, media edukasi yang tersedia selama ini masih memiliki keterbatasan. Materi kesehatan gigi dalam Buku KIA dinilai belum cukup komprehensif, komunikatif dan interaktif. Sementara metode penyampaian yang masih konvensional membuat jangkauan edukasi belum optimal.Berangkat dari kondisi tersebut, Arymbi mengembangkan Model Edukasi Parenting Gigi Sehat Berbasis Website. Model tersebut dikembangkan melalui need assessment untuk memastikan materi sesuai dengan kebutuhan orang tua, sekaligus lebih informatif, interaktif dan mudah diakses tanpa terbatas ruang dan waktu.
Editor : MS