Kegiatan juga menekankan perlunya komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku UMKM. Pemerintah didorong untuk terus memberikan dukungan melalui program dan sosialisasi, sementara pelaku UMKM diharapkan menjaga standar halal secara konsisten dalam produksi, penyajian, dan pelayanan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Departemen IAI FIS UNP berupaya mendorong pelaku UMKM di kawasan wisata agar semakin memahami bahwa sertifikasi halal bukan sekadar dokumen, melainkan bagian dari upaya membangun produk yang halal, aman, berkualitas, dipercaya konsumen, serta memiliki daya saing dalam ekosistem pariwisata halal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pelaku UMKM, pendamping proses produk halal, dan pemangku kepentingan terkait dalam mewujudkan ekosistem pariwisata halal yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh perserta PKM yang merupakan pelaku UMKM. Salah satu peserta Linda Yani mengatakan bahwa selama ini kami kesulitan mengurus sertifikat halal, salah satu kendalanya yaitu sulitnya mendapkan sub player Ayam Potong yang bersertifikat Juleha (Juru Sembelih Halal). Yuni berharap pada TIM PKM Dep. IAI FIS UNP untuk kegiatan berikutnya diadakan pelatihan tentang Juleha.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan kompetensi pelaku UMKM, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan daya saing serta pengembangan usaha masyarakat, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan.
Editor : MS