“Dalam hasil penilaian SKP, Orang yang dinilai harusnya bisa memahami bahwa penilaian yang diberikan oleh atasannya itu sebenarnya mengandung harapan. Tidak hanya menilai sesuai kenyataan, tapi ada harapan di dalamnya,” katanya.
Lebih lanjut, Arry menegaskan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Sumbar tidak ditentukan berdasarkan permintaan ASN maupun usulan pihak luar, tapi berdasarkan kinerja dan kapasitas masing-masing aparatur. Ia memastikan, selama ini Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah tidak pernah memperkenankan pengisian jabatan berdasarkan permintaan ASN maupun pihak luar.
“Kalau ada yang mengatakan, ‘Pak, saya ingin ditempatkan di situ,’ Pak Gubernur sampai hari ini tidak pernah memperkenankan atau menyetujui permintaan tersebut. Saya pastikan itu,"tegas Arry.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Arry meminta agar tidak merasa sebagai sosok paling hebat atau paling dibutuhkan dalam organisasi. Menurutnya, keberhasilan menjalankan amanah membutuhkan dukungan seluruh unsur organisasi, baik atasan, bawahan, maupun rekan kerja.
“Amanah ini tidak akan pernah sukses jika hanya dikerjakan oleh si pemegang amanah itu sendiri tanpa dukungan rekan kerja, atasan serta bawahan. Oleh karena itu, menjaga soliditas internal itu penting,” katanya.Arry juga mengajak seluruh ASN membangun iklim kerja yang kondusif, nyaman, penuh kebersamaan, dan saling membantu, karena pekerjaan pemerintahan tidak mungkin diselesaikan seorang diri.
Hadir dalam pelantikan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kepala BKD Sumbar Fitriati, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar Nolly Eka Mardianto, Kepala Kesbangpol Sumbar Febrina Tri Susila Putri, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar. (***)
Editor : Editor
