SIG Tahan Tekanan Industri, Laba Naik 471 Persen pada Semester I 2026

Infografis kinerja keuangan SIG Semester I 2026: volume penjualan 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, dan laba naik 471% yoy. (Foto: Ist)
Infografis kinerja keuangan SIG Semester I 2026: volume penjualan 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, dan laba naik 471% yoy. (Foto: Ist)

Jakarta, - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @sig.id pada Selasa, (1/9/2026), volume penjualan perusahaan mencapai 18,28 juta ton atau tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, pendapatan SIG meningkat menjadi Rp17,65 triliun atau naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan SIG menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri semen nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Dalam unggahannya, SIG menjelaskan bahwa kinerja keuangan konsolidasi Semester I 2026 yang telah melalui penelaahan terbatas (limited review) menunjukkan sejumlah indikator positif.

Selain membukukan pendapatan Rp17,65 triliun, SIG juga mencatat EBITDA sebesar Rp2,15 triliun dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228 miliar.

Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,85 triliun. Kinerja tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan bisnis perusahaan pada tahun ini.

Pertumbuhan volume penjualan SIG terutama ditopang oleh peningkatan penjualan domestik yang naik 9,7 persen secara tahunan.

Kinerja itu didorong oleh segmen semen kantong yang tumbuh lebih tinggi, yakni 11,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, SIG tetap menjalankan strategi efisiensi secara disiplin dan konsisten. Beban pokok pendapatan terkendali pada level 11,1 persen seiring peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi.

Editor : Editor
Banner JMSI 2026
Bagikan

Berita Terkait
Terkini