Hingga hari kedua tercatat 2.576 pengunjung dengan rincian transaksi: penjualan offline Rp665 juta dan penjualan online Rp1.337 miliar.
Selain pameran, BI Sumbar juga memfasilitasi business matching ekspor yang mempertemukan 21 UMKM dengan pembeli, agregator, dan mitra usaha, dengan nilai potensi transaksi mencapai Rp490 juta.
Berbagai forum pendampingan juga digelar mencakup topik ekspor, digitalisasi dan QRIS, pemasaran, pembiayaan, ekonomi syariah, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap festival ini yang menjadi platform kolaborasi sekaligus membuka akses pasar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Sumatera Barat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga UMKM Sumatera Barat semakin mampu menembus pasar nasional dan internasional," ungkap Mohamad Abdul Majid Ikram.Penutupan SCF 2026 juga dihadiri Ketua BKOW Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, para istri unsur Forkopimda Kota Padang, serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Wahendra. (***)
Editor : Editor