Rachmad Wijaya Bawa Kementerian PU ke Rawang, Kawal Penanganan Banjir Hingga Tuntas

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Rawang dan berkoordinasi dengan Balai Cipta Karya Sumbar. (Foto: Ist)
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Rawang dan berkoordinasi dengan Balai Cipta Karya Sumbar. (Foto: Ist)

Padang, - Isu banjir yang sudah bertahun-tahun meresahkan warga Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, kini mulai menemukan titik terang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga dengan langsung menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat.

Langkah konkret ini diambil Rachmad saat menggelar reses di Kelurahan Rawang, Minggu (6/9/2026).

Tak sekadar mendengar aspirasi, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, demi memastikan penanganan banjir di kawasan tersebut mendapat penanganan yang nyata dan terukur.

“Kita ingin persoalan banjir ini ditangani secara serius. Aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dikawal dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, termasuk Kementerian PU,” tegas Rachmad.

Sinergi penanganan banjir ini juga tidak lepas dari dukungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang turut memfasilitasi komunikasi ke pemerintah pusat guna mempercepat pembenahan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Padang.

Dalam koordinasi tersebut, Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, menyampaikan bahwa Kementerian PU tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk menanggulangi banjir dan dampak bencana di beberapa wilayah Padang, termasuk Kelurahan Rawang.

Proses pengadaan penyedia jasa perencana DED ditargetkan rampung pada September 2026.

Kendati waktu pengerjaan DED normalnya membutuhkan empat bulan, pihak Balai Cipta Karya berupaya memangkasnya menjadi tiga bulan agar proses lelang dan pengerjaan fisik dapat berjalan lebih cepat.

“DED-nya baru dimulai September. Penyedianya sudah ada dan pekerjaannya sekitar empat bulan. Kita usahakan tiga bulan selesai. Kalau izinnya sudah ada, kita lelang supaya pekerjaan fisiknya bisa dimulai,” terang Maria.

Editor : Editor
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk AzwarBanner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini