Rengga menegaskan bahwa KONI Solok Selatan pada prinsipnya siap mengikuti Porprov 2026.
Persiapan atlet dan kontingen telah dilakukan secara serius. Namun, kesiapan teknis tersebut harus berjalan seiring dengan kesiapan administrasi dan anggaran.
“Ini bukan soal kami tidak siap. Kami siap. Namun, kesiapan atlet harus didukung oleh proses administrasi yang sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Karena itu, penundaan hingga November atau Desember 2026 dinilai sebagai pilihan yang lebih rasional.
Tambahan waktu tersebut akan memberikan kesempatan kepada pemerintah kabupaten dan kota peserta untuk menyelesaikan seluruh tahapan APBD-P serta proses pencairan dana hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh daerah peserta memberangkatkan atlet secara optimal tanpa dibayangi persoalan administrasi maupun pertanggungjawaban anggaran.
Bagi KONI Solok Selatan, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali. Ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut juga harus diselenggarakan dengan tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel, serta tidak meninggalkan persoalan bagi daerah peserta di kemudian hari. (***)
Editor : Editor
