Jelang Musda IX LKAAM Padang, Hendri Yazid Bangun Komunikasi dengan Pemangku Adat

Calon Ketua LKAAM Kota Padang Hendri Yazid Dt. Rajo Diguci bersilaturahmi bersama jajaran LKAAM, KAN, dan tokoh adat se-Kota Padang di Kaffe Alta, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Ist)
Calon Ketua LKAAM Kota Padang Hendri Yazid Dt. Rajo Diguci bersilaturahmi bersama jajaran LKAAM, KAN, dan tokoh adat se-Kota Padang di Kaffe Alta, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Ist)

“LKAAM dan KAN harus menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi. Kalau komunikasi berjalan dengan baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibicarakan dengan mengedepankan musyawarah dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Musda IX Diharapkan Jadi Momentum Kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Hendri juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian menuju Musda IX LKAAM Kota Padang dapat berlangsung secara tertib, aman dan penuh kekeluargaan.

Menurutnya, Musda merupakan bagian dari mekanisme organisasi dalam menentukan kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031. Karena itu, seluruh tahapan diharapkan dapat dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“Harapan saya, seluruh proses yang sedang kita jalani dapat berlangsung dengan baik, tertib dan penuh kekeluargaan. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persatuan, marwah adat dan kepentingan anak kemenakan,” ujar Hendri.

Ia menegaskan, dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan pandangan maupun pilihan dalam proses Musda diharapkan tidak mengganggu hubungan silaturahmi antarsesama pemangku adat.

“Kita tidak ingin perbedaan pilihan atau pandangan menjadi alasan untuk memutus silaturahmi. Justru melalui silaturahmi dan dialog, kita bisa saling memahami, saling memberikan masukan dan bersama-sama mencari jalan terbaik untuk kemajuan kelembagaan adat di Kota Padang,” katanya.

Menurut Hendri, semangat kebersamaan harus tetap menjadi landasan dalam setiap proses organisasi. Sebab, LKAAM merupakan wadah bersama yang berkaitan dengan kepentingan adat dan masyarakat Minangkabau di Kota Padang.

Dorong Adat Tetap Relevan dengan Perkembangan Zaman

Lebih lanjut, Hendri Yazid menyoroti pentingnya menjaga adat dan budaya Minangkabau agar tetap relevan dengan perkembangan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, melestarikan adat bukan berarti menutup diri terhadap perubahan. Nilai-nilai dasar adat tetap harus dipertahankan, sementara cara penerapannya dapat menyesuaikan dengan kondisi dan tantangan masyarakat saat ini.

“Adat harus tetap hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kita harus mampu menjembatani nilai-nilai adat dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Generasi muda harus kita rangkul dan diberikan ruang agar mereka mengenal, memahami dan ikut melestarikan adat serta budaya Minangkabau,” ujarnya.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini