Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan adat dan budaya Minangkabau.
Karena itu, pembinaan generasi muda perlu menjadi perhatian bersama. Mereka tidak hanya perlu diperkenalkan dengan adat secara teoritis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.
Menurut Hendri, hubungan antara niniak mamak, tokoh adat, masyarakat dan generasi muda harus terus diperkuat.
Dengan demikian, adat tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini sekaligus menjadi pedoman bagi generasi mendatang.
Bersama Menjaga Marwah Adat
Silaturahmi di Kaffe Alta juga dimanfaatkan Hendri Yazid untuk mendengarkan secara langsung pandangan para pemangku adat yang hadir.
Ia menyampaikan bahwa komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat adat akan terus dibuka. Menurutnya, penguatan kelembagaan adat membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dibebankan kepada satu orang maupun satu organisasi.
“Menjaga marwah adat merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan harus terus kita bangun. Jangan sampai ada jarak di antara sesama pemangku adat hanya karena perbedaan pandangan,” katanya.Hendri berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarpemangku adat di Kota Padang.
“Saya berharap dari silaturahmi ini terbangun komunikasi yang semakin baik dan rasa kebersamaan yang semakin kuat. Kita ingin adat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kota Padang, sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap LKAAM, KAN serta seluruh unsur kelembagaan adat dapat terus menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat.
Editor : Editor