Menurutnya, penguatan organisasi tidak boleh hanya berorientasi pada struktur kelembagaan. Lebih dari itu, keberadaan organisasi harus bermuara pada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya organisasi, tetapi juga kebersamaan. Mudah-mudahan melalui kebersamaan ini kita dapat menjaga adat, menegakkan marwah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Padang,” tutur Hendri.
Menjaga Persatuan di Tengah Dinamika Musda
Silaturahmi yang digelar Hendri Yazid bersama jajaran LKAAM dan KAN se-Kota Padang tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi menjelang pelaksanaan Musda IX LKAAM Kota Padang.
Dalam dinamika menuju Musda, sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat. Selanjutnya, keputusan mengenai kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031 akan ditentukan melalui mekanisme Musda sesuai ketentuan organisasi.
Bagi Hendri, apa pun dinamika yang berkembang dalam proses tersebut, persatuan dan silaturahmi antarsesama unsur adat harus tetap dijaga.
Ia berharap Musda IX nantinya dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara LKAAM dengan KAN serta membangun komunikasi yang lebih luas dengan niniak mamak, tokoh masyarakat, generasi muda dan seluruh unsur masyarakat.
“Yang paling utama adalah persatuan. Kita boleh berbeda pandangan dalam proses organisasi, tetapi setelah seluruh proses selesai, kita tetap satu keluarga besar masyarakat adat. Kepentingan bersama dan kepentingan anak kemenakan harus menjadi perhatian kita,” katanya.Hendri juga berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana kondusif selama tahapan Musda berlangsung.
Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya dapat menjadi bagian dari proses musyawarah untuk menghasilkan gagasan dan keputusan yang terbaik bagi kelembagaan adat.
Dengan semangat kebersamaan, kelembagaan adat diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai luhur Minangkabau sekaligus menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Editor : Editor