Harry menegaskan, masyarakat bukan sekadar objek dalam penanggulangan bencana, tetapi bagian dari sistem kesiapsiagaan.
Masyarakat perlu mengetahui potensi risiko, jalur evakuasi, sumber informasi resmi, serta langkah yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.
Menurutnya, keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama terkait peringatan dini, perkembangan kejadian, evakuasi, bantuan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
“Transparansi menciptakan kepercayaan. Kepercayaan memperkuat kolaborasi. Dan kolaborasi masyarakat dengan pemerintah akan memperkuat ketangguhan kita menghadapi bencana,” ujar Harry.
Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan waspada dengan mengikuti informasi resmi serta menyiapkan diri dan keluarga menghadapi berbagai kemungkinan bencana.“Masyarakat yang memiliki informasi adalah masyarakat yang lebih siap. Masyarakat yang siap adalah masyarakat yang lebih tangguh,” pungkasnya. (***)
Editor : Editor