Moeharmein Zein Chaniago: Prospek Bisnis Konstruksi 2026 Masih Besar, Adhi Karya Fokus Perkuat Core Business

Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago menyatakan prospek konstruksi 2026 tetap cerah. (Foto: Ist)
Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago menyatakan prospek konstruksi 2026 tetap cerah. (Foto: Ist)

Jakarta, - PT Adhi Karya (Persero) Tbk optimistis prospek bisnis konstruksi nasional sepanjang 2026 masih cukup besar.

Kebutuhan pembangunan yang terus berlanjut dinilai membuka peluang pertumbuhan bagi industri konstruksi, terutama untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, mengatakan kebutuhan pembangunan nasional tetap terbuka di tengah berbagai dinamika bisnis yang terjadi saat ini.

Menurutnya, pembangunan masih dibutuhkan untuk mendukung konektivitas, pengembangan kawasan, hilirisasi dan industrialisasi, transportasi, sumber daya air, hingga fasilitas publik.

"Kami melihat prospek bisnis konstruksi nasional masih cukup besar. Kebutuhan pembangunan di Indonesia tetap terbuka dan sejalan dengan program pemerintah melalui Asta Cita," kata Moeharmein saat wawancara bersama CNBC Indonesia pada Selasa, (6/10/2026).

Ia menjelaskan, program pemerintah yang berfokus pada swasembada pangan, energi dan air, hilirisasi, industrialisasi, serta penguatan sumber daya manusia mendorong kebutuhan pembangunan berbagai infrastruktur strategis.

Kebutuhan tersebut antara lain pembangunan pabrik pupuk, smelter, Sekolah Rakyat, bendungan, jaringan irigasi, serta berbagai fasilitas pendukung sektor perikanan dan pertanian seperti tambak garam, tambak ikan, dan tambak udang.

Sebagai BUMN konstruksi, Adhi Karya memastikan kesiapan perusahaan mendukung pembangunan nasional melalui kompetensi engineering dan konstruksi yang dimiliki.

Perusahaan saat ini terlibat dalam berbagai proyek strategis seperti pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama dan kedua, Jalan Tol Solo–Yogyakarta, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, kampung nelayan, bendungan, serta proyek-proyek hilirisasi dan industrialisasi berbasis Engineering, Procurement and Construction (EPC).

Moeharmein mengatakan, sejalan dengan arahan Danantara, BUMN konstruksi diarahkan untuk kembali fokus pada bisnis inti atau back to core business.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini