Dengan tersedianya informasi yang akurat sampai ke tingkat masyarakat paling bawah, warga di daerah rawan bencana dapat membangun kesiapsiagaan secara mandiri.
Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki ruang untuk ikut mengawal akuntabilitas penyaluran bantuan di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Mona Sisca mengimbau seluruh instansi atau badan publik di daerah agar tidak menutup-nutupi realisasi anggaran bencana maupun alur distribusi bantuan kepada masyarakat.
Menurutnya, dalam kondisi darurat, data resmi yang presisi merupakan instrumen penting untuk menangkal disinformasi.
nformasi resmi yang cepat, akurat dan mudah diakses akan membantu membendung arus hoaks serta narasi menyesatkan yang berpotensi berkembang di media sosial.“Dalam kondisi darurat, informasi resmi menjadi sangat vital. Data yang presisi diperlukan untuk membendung hoaks dan narasi penyesatan di media sosial,” ujarnya. (***)
Editor : Editor