Pariwisata Minangkabau: Dari Forum Internasional Menuju Kesejahteraan Rakyat

Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)

Irman Gusman, sebagai tokoh yang membawa aspirasi Sumatera Barat ke ruang publik nasional, dapat ikut mendorong agar forum internasional semacam ini memperoleh tindak lanjut konkret. Resonansi gagasan harus melampaui seremoni: lahirnya kemitraan, program pendampingan, investasi yang bertanggung jawab, dan kebijakan yang berpihak kepada ekonomi masyarakat.

Keberhasilan konferensi tidak semestinya hanya diukur dari jumlah peserta, makalah, atau kerja sama yang diumumkan. Ukuran yang lebih penting ialah apakah UMKM memperoleh pasar baru, generasi muda mendapatkan pekerjaan layak, nagari mampu mengelola destinasi secara mandiri, dan kekayaan alam tetap terpelihara.

Minangkabau memiliki modal alam, budaya, dan intelektual untuk mengembangkan pariwisata yang berkarakter. Yang dibutuhkan ialah keberanian menghubungkan potensi dengan kebijakan, pengetahuan dengan praktik, serta promosi dengan distribusi manfaat yang adil.

Resonansinya jelas: DPD RI hadir untuk memperjuangkan agar sumber daya alam daerah dirawat, sumber daya ekonomi dikembangkan, dan sumber daya manusia diberdayakan. Resolusinya ialah menjadikan pariwisata sebagai salah satu jalan menuju kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan kelestarian alam dan marwah adat Minangkabau.

Dengan demikian, pariwisata Minangkabau tidak hanya membuat dunia tertarik untuk berkunjung, tetapi juga membuat masyarakatnya semakin sejahtera dan bangga menjaga jati dirinya. (***)

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini