Dalam situasi kritis, pemberitaan menjadi salah satu sumber informasi yang membantu masyarakat memahami kondisi di lapangan.
"Dalam situasi kritis dan darurat bencana ini, informasi yang akurat, cepat dan tak menimbulkan kepanikan adalah kebutuhan kita masyarakat," ucapnya.
Ia menilai televisi mempunyai peran krusial dalam penyampaian informasi publik. Keunggulan media audiovisual memungkinkan kondisi di lapangan ditampilkan kepada masyarakat, tetapi penggunaan gambar juga harus disertai pertimbangan etika dan kepatuhan terhadap aturan penyiaran.
"Di sinilah media televisi tentunya hadir memberikan peranan yang sangat krusial dan sebagai garda terdepan dalam informasi publik."
Mengejar Visual Dramatis Tak Boleh Mengabaikan Hak Korban
Dalam peliputan bencana, jurnalis televisi berhadapan dengan tuntutan untuk bergerak cepat, mendapatkan gambar, serta menyampaikan perkembangan peristiwa kepada masyarakat.
Namun, tekanan tersebut dapat menjadi persoalan apabila pencarian visual dramatis membuat prinsip dasar penyiaran terabaikan.Yusrin menekankan pentingnya Bimtek Sekolah P3SPS untuk memperkuat pemahaman jurnalis mengenai batasan dan tanggung jawab dalam memproduksi tayangan. Informasi yang disampaikan kepada publik harus tetap memperhatikan hak korban beserta keluarganya.
"Tugas seorang Jurnalis Televisi saat meliput peristiwa bencana tidaklah mudah. Berpacu dengan kecepatan, juga ketepatan juga empati, kemanusiaan terhadap bencana itu sendiri," ucapnya.
Menurutnya, penguatan pemahaman terhadap P3SPS dibutuhkan agar tayangan yang diproduksi tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memenuhi standar penyiaran dan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat.
Editor : Editor