“Kerjakan yang terbaik karena itu menentukan keberlanjutan program-program ke India,” ujarnya.Tema-tema yang akan dipelajari dikedua negara tersebut yaitu kebijakan pembangunan desa, kebijakan pengentasan kemiskinan, pengembangan desa wisata (village tourism), pengembangan desa digital (e-village), kewirausahaan, pengolahan hasil produksi pertanian dan pertukaran budaya.
Format benchmarking yang dilakukan merupakan kombinasi antara pembelajaran dikelas, diskusi dan melihat langsung dilapangan serta melakukan interaksi dengan pelaku-pelaku pembangunan perdesaan di kedua negara.Seluruh pembiayaan kegiatan benchmarking gelombang ke-2 ini bersumber dari pemerintah Tiongok dan pemerintahan India. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Kedutaan Besar Tiongkok dan India untuk Indonesia.Benchmarking gelombang kedua ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa dalam pengelolaan dan pembangunan desa, dan memunculkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa serta dapat membangun jaringan pengetahuan dan membuka pasar antar kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa dengan mitra luar negeri.(rilis: humker/kdpdtt)
Editor : Adrian Tuswandi, SH