PADANG, – Manajemen SPBU 14.252.516 Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan media online yang menyoroti aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken, termasuk keberadaan sejumlah personel kepolisian dan Polairud di sekitar lokasi.
Melalui Manajer SPBU 14.252.516, Amri Rajanista, Selasa (3/11/2026), manajemen secara tegas membantah narasi yang dinilai tendensius dan berpotensi membangun persepsi seolah-olah terdapat praktik penyimpangan distribusi BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Amri menegaskan, kehadiran personel kepolisian di lingkungan SPBU bukan untuk mengatur, mengendalikan, apalagi menjadi bagian dari mekanisme distribusi BBM. Sebaliknya, pihak manajemen justru secara resmi meminta bantuan pengamanan kepada Polsek Bungus Teluk Kabung.
Permintaan tersebut, menurutnya, memiliki tujuan yang jelas: mencegah adanya pihak-pihak yang memaksa operator melakukan pengisian BBM tanpa barcode serta memastikan arus kendaraan dan antrean pembelian tetap tertib."Manajemen SPBU memang meminta bantuan secara resmi kepada Polsek Bungus Teluk Kabung untuk pengamanan agar tidak ada pihak-pihak yang memaksa operator melakukan pengisian BBM tanpa barcode. Selain itu, untuk mengatur lalu lintas antrean BBM agar tetap tertib," tegas Amri.
Editor : MS