Desrizal turut memaparkan enam isu strategis lingkungan hidup di Sumatera Barat yang membutuhkan perhatian bersama. Persoalan tersebut meliputi fluktuasi debit dan pencemaran air, penurunan tutupan hutan, alih fungsi lahan, kebencanaan, pengelolaan sampah, serta degradasi keanekaragaman hayati.
Ia menjelaskan, perubahan tata guna lahan dan pencemaran berpengaruh terhadap kualitas serta ketersediaan air. Sementara itu, alih fungsi hutan dan tekanan pemanfaatan lahan turut menyebabkan berkurangnya tutupan hutan di berbagai wilayah.
Selain itu, perubahan kawasan pertanian, kawasan lindung dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan terbangun juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana, seperti banjir, longsor dan abrasi.
"Persoalan lingkungan ini saling berkaitan dan membutuhkan penanganan secara terpadu. Karena itu, diperlukan tata kelola lingkungan yang baik serta keterlibatan semua pihak untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam," paparnya.Salah seorang peserta, Meza Efrina, yang merupakan guru SMP dari Kota Padang, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai aturan perlindungan lingkungan sangat dibutuhkan, terutama di tengah meningkatnya berbagai kejadian bencana yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.
Editor : MS