Pada 1985 ia mencoba untuk produksi shampo yang menargetkan salon-salon pinggiran di daerah Tangerang. Saat itu menurut wanita Minangkabau ini dia tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.Kini usaha dari rumah kerumah itu telah menelma menjadi perusahan besar yang menjadi branding dunia kosmetik nasioanl maupun regional atau bahkan internaisonal.
Nurhayati Subakat tetaplah seperti wanita minangkabau kebanyakan kepedulian sosial dan suka membantu kepada orang yang punya kesulitan apalagi di tengah wabah Covid-19 hari ini dan entah kapan akan berakhir.Walau budjet perusahaan sudah over untuk membantu, Nurhayati Subakat rela menarik uang di kantong pribadi untuk ikut badoncek membantu APD dan Sembako untuk Sumbar. Editor : Adrian Tuswandi, SH