Padang,---Ledakan pasien postif Covid-19 di Sumbar jelang akhir minggu bertepatan tiga hari penerapan PSBB Sumbar dan hari pertama Ramadhan, 10 pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19."Hari ini ada penambahan tapi berapa jumlah pastinya siang ini kita rilis resmi,"ujar Juru Bicara Gugus Tugas Daerah Penanganan Covid-19 Jasman Rizal Jumat 24/4 di Padang.
Tapi informasi dihimpun media ini menyebutkan 10 pasien positif baru hari ini, jika ditambahan dengan data pasien positif Kamis kemarin 86 orang, maka hari ini jumlah total pasien positif menjadi 96 orang.Tak hanya jumlah pasien positif bertambah, cluster episentrum Covid-19 bertambah pula, areal pasar menjadi cluster tersubur penyebaran Covid-19 yang berpindah dari orang ke orang itu.
PSBB Biasa Aja TuhMenyikapi meledak kembali pasien positif Covid-19 di Sumbar, Direktur Semen Padang Hospital (SPH) dr farhaan Abdullah mengajak Masyarakat harus taat dengan aturan Pemprov Sumbar terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
"Sudah hari ketiga penerapan PSBB biasa aja perubahan tidak signifikan terkait mobilitas orang, masjid yang patuh PSBB selainnya masih main mata dengan aparat yang ditugaskan untuk mengawasi penerapan PSBB,"ujar dr Farhaan.Kata dr Farhaan pihak rumah sakitnya banyak mengambil swab pasien, hasil tracking Covid-19 positif dan bertambah terus.
"Bahkan kata kolega saya, pak dr Andani Kepala Laboratorium Infeksi Terpadu Fakultas Kedokteran Unand, beliau panen terus pasien positif,"ujar Farhaan pada chatnya di Whatsaap TOP100.Bahkan pasien positif bertambah, juga pasien covid-19 meninggal dunia, artinya kata dr Farhaan jangan anggap enteng Covid-19.
"Patuhilah PSBB, jangan anggap enteng Covid-19 dia bak mesin pembunuh yang tidak tampak, Covid-19 dapat memapar siapa saja tak kenal batas usia,"ujar dr Farhaan.PSBB Urang PSBB Lo AwakSementara Pengamat Politik Sumbar Yosmeri Yusuf menangapi PSBB hanya sebuah istilah yang tindakan tidak se-streng namanya dan maksud dari PSBB."PSBB Sumbar ini sangat kental bau amis politiknya, sudah lari dari rel kemanusiaan untuk menyelamatkan banyak orang. PSBB urang PSBB lo awak sebenarnya ini,"ujar Yosmeri yang melihat tak ada ketegasan Komando Gugus Tugas Daerah tentang mobilitas orang.
"Bagaimana rakyat mau patuh bertahan di rumah kalau hak mereka sesuai maksud PSBB belum dikucurkan, pemerintah masih sibuk mendata dan mencocokan data, kayak nggak punya data otang miskin saja Sumbar ini,"ujar Yosmeri.Harusnya kata Yosmeri sebelum PSBB diresmikan tentu pemerintah tahu dan pegang data terkait konsekuensi dari PSBB ini.
"Faktanya masih mendata dan pendataan diduga sarat kepentingan pula, apalagi kepentingan kepala daerah yang hendak mencalon lagi pada Pilkada mendatang,"ujar Yosmeri.3 Lembaga Bentuk Cluster Pengawasan
Sementara itu, terkait bantuan jaring pengaman sosial dampak Covid-19, Komisi Informasi dan Ombudsman dan Komnas HAM di Sumbar membentuk cluster gugus pengawasan jaring pengaman sosial dapak pengendalian dan pencegahan Covid-19."Cluster pengawasan dibetuk oleh tiga lembaga negara di Sumbar yakni Ombudsman, Komnas HAM dan Komisi Informasi Sumbar, cluster akan mengawasi mulai dari hulu hingga hilir jaring pengaman sosial,"ujar Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska.
Editor : Adrian Tuswandi, SH