Upaya Sumbar Menjaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi : Kunci Ketahanan Pangan Sumbar (habis)

Dekan Fakultas Pertanian Indra Dwipa MS (foto: dok)
Dekan Fakultas Pertanian Indra Dwipa MS (foto: dok)

Untuk membangun industri benih agar mendukung kebijakan perbenihan pemerintah, diperlukan pemberdayaan penangkar dan dan produsen benih berbasis lokal. Kementerian Pertanian telah melaksanakan Program 1.000 desa mandiri benih dengan tujuan agar penangkar yang menghasilkan benih varietas lokal yang diminati petani disekitar kawasan tersebut.Untuk mendukung ketahanan pangan yang dimulai dari benih, pemerintah harus memetakan dulu potensi-potensi tanaman pangan yang ada disuatu kawasan sehingga penangkaran benih suatu tanaman bisa efektif karena sesua dengan kondisi daerah tersebut. Setelah pemetaan kawasan industri benih, dilakukan penelitian-penelitian untuk mempelajari sifat unggul benih tersebut sehingga mendapatkan sifat unggul dari tanaman tersebut. Dengan adanya benih yang unggul disuatu kawasan, benih dari kawasan tersebut bisa didistrubusikan ke daerah lain sehingga daerah lain tersebut juga bisa mendapatkan tanaman yang memiliki sifat unggul sehingga setiap daerah bisa mendukung kemandirian pangan.

Petani penangkar benih, baik perorangan maupun kelompok, memiliki peranan penting dalam industri benih. Keterampilan penangkar benih perlu terus ditingkatkan melalui penyuluhan yang intensif agar penangkar bisa mengerti dan paham tentang perbenihan.Hal lain yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu kawasan industri benih adalah modal untuk membiayai kegiatan industri benih tersebut. Untuk itu, perhatian pemerintah terutama yang membidangi pertanian di setiap daerah diperlukan untuk mendorong dan mendukung setiap kegiatan di kawasan industri benih ini sehingga kawasan ini bisa berjalan denganbaik.

Sumatera Barat yang memiliki sumber daya alam genetik terutama dibidang tanaman yang tinggi memiliki benih-benih padi yang melimpah. Tidak hanya beras putih, Sumbar memiliki seumber daya genetik padi lain seperti beras merah dan hitam dan bahkan kedua jenis beras ini merupakan jenis beras yang sehat yang rendah kalori dan berpotensi menjadi sumber beras di masa depan.Sumatera Barat yang dikenal dengan banyak jenis padi yang telah teruji memiliki keunggulan-keunggulan terutama untuk produksi mengharuskan kita harus melakukan pemetaan sumber-sumber benih padi tersebut sehingga suatu kawasan bisa menjadi kawasan mandiri benih suatu jenis padi unggul.

Sebagai contoh untuk tanaman perkebunan, Nagari Balubuih di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi kawasan benih benih kakao yang benihnya diekspor ke luar Sumbar. Untuk tanaman pangam hal tersebut juga bisa dilakukan dengan jika suatu daerah memiliki benih tanaman padi yang unggul, maka kawasan tersebut bisa menjadi kawasan industri benih jenis padi tersebut. Begitu juga dengan daerah yang lain yang memiliki benih-benih unggul yang lain.Topografi Sumatera Barat yang beragam mulai dari dataran rendah hingga tinggi menyebabkan banyaknya benih padi unggul yang sesuai dengan topografi di suatu daerah. Untuk menjadikan suatu daerah sebagai kawasan industri benih, perhatian pemerintah daerah dalam hal ini pemprov Sumbar diperlukan terutama dalam hal permodalan. Hal ini disebakan permasalahan utama yang dihadapi petani adalah modal.

Dengan adanya bantuan pemerintah, diharapkan kemandirian benih terwujud. Dengan adanya kawasan industri benih, benih-benih unggul ini akan mendukung program food estate dan akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan Sumatera Barat. (analiasa-habis)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini