Peluang Konservasi Sumber Daya Alam dalam Pertanian Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan. (foto: doc)
Pertanian berkelanjutan. (foto: doc)

Pertanian berkelanjutan terbukti sangat ramah dengan keanekaragaman hayati dan kehidupan liar yang ada di sekitarnya. Banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa jumlah jenis dan populasi hewan liar yang ditemukan menggunakan lahan pertanian yang diolah dengan cara seperti ini hampir setara dengan yang dapat ditemukan pada kawasan hutan sekunder. Sistem ini mengutamakan keragaman jenis tumbuhan yang dibudidayakan dalam luasan lahan yang sama, sehingga kondisi ini menyediakan bentuk habitat yang kurang lebih sesuai untuk kehidupan banyak binatang.

Selain itu, banyak unit usaha lain yang dapat dipadupadankan dengan pertanian berkelanjutan. Habitat yang mendekati kondisi alami sangat tepat digunakan untuk memelihara lebah madu biasa atau lebah tak bersengat yang belakangan ini mulai menanjak peminat produk madunya. Banyaknya jenis tumbuhan yang ada di dalam lingkungan pertanian ini menjadi sumber pakan yang dapat diolah oleh lebah menjadi madu.

Peternakan yang menghasilkan daging berlabel ‘organik’ pun dapat disinergikan dengan lahan pertanian ini. Saat ini pasokan daging organik dibutuhkan secara teratur dalam jumlah besar untuk memenuhi trend gaya hidup sehat yang telah lama dianut banyak masyarakat terutama di kawasan perkotaan.

Menggabungkan kegiatan ekowisata dengan sistem pertanian berkelanjutan juga dapat menjadi pilihan yang tak kalah menjanjikannya. Di banyak wilayah, terutama di Pulau Jawa yang telah sangat berkurang lahan pertanian dan hutannya, menyaksikan proses-proses yang dilakukan dalam kegiatan pertanian menjadi salah satu kegiatan yang dipilih oleh para orang tua untuk mengisi waktu liburan anak-anaknya.

Hal ini dapat mengembalikan insting kecintaalaman anak-anak perkotaan yang kebanyakan hanya dikelilingi oleh tembok-tembok gedung di daerah urban. Untuk dapat mencapai manfaat dari sekelumit yang dibahas di atas, terdapat rintangan yang harus kita sikapi bersama.

Masalah pengakuan hak-hak agraria di banyak masyarakat adat dan kelompok tani yang saat ini masih belum diakui secara hukum oleh negara menjadi salah satu agenda utama. Pemerintah juga harus menjadi pendukung utama dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan ini mengingat segala sumber daya pendukung untuk dapat menggiatkan masyarakat ada di tangan mereka.

Selain itu, berkurangnya minat generasi muda untuk terjun menjadikan petani sebagai profesinya juga menjadi potensi penghalang utama kegiatan pertanian di Indonesia. Menjadi petani sepertinya masih dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi dan kalah pamor dibandingkan profesi-profesi lainnya.

Padahal jika kita runut ke belakang, selain aspek kemaritiman, pertanian adalah pilar penunjang kehidupan bangsa ini semenjak dahulu sampai sekarang. Sudah saatnya pertanian berkelanjutan dan profesi petani menjadi perhatian kita semua.(analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini