HKM Institut Launching, Usulkan Mahkamah Pemilu

oleh -1,074 views
oleh
1,074 views
Istri Almarhum Husni Kamil Manik (HKM) Endang Mulyani (duduk, tengah) bersama sahabat HKM, launching HKM Institut, Minggu 29/12 di HKM Resto Jagakarsa Jakarta.(foto: romel)

Jakarta,—Demokrasi menjadi wadah untuk memilih pemimpin legislatif baik di tingkat nasional maupun ditingkat daerah. Begitupun dengan pemilihan Presiden dan Wakik Presiden.

Pengelolaan dan regulasi dari pelaksanaan demokrasi dalam Pemilu selalu berkembang menuju hasil yang lebih berkeadilan, jujur, efektif dan efisien.

Pendirian Husni Kamil Manik Institut (HKM) yang dibentuk istri almarhum, Endang Mulyani,SH,MH  bersama sahabat-sahabat almarhum HKM, pada 29/12 kemarin dilaunching di Jakarta, tepatnya HKM Resto & Cafe, Jalan kahfi II 8A, lantai 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Endang mengatakan pendirian HKM institut ini. untuk menggali pemikiran pemikiran almarhum mengenai demokrasi dan kepemiluan menuju hasil yang lebih jujur, berkeadilan efektif dan efisien.

“Kita ketahui almarhum Husni Kamil Manik (HKM) merupakan peraih penghargaan Bintang Penegak Demokrasi yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo saat dia menjabat ketua KPU-RI tahun 2015. Sebagian dari pemikiran pemikiran almarhum tersebut di himpun dalam hasil diskusi bersama sahabat dan juga saksi partai politik tertuang dalam buku “Husni Kamil Manik Kesaksian dari Para Saksi” dan “Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap,”ujar Endang.

Jika melihat kondisi Pemilu saat ini sebagai refleksi 2018 masih banyak polemik yang timbul akibat keputusan dari pelaksana Pemilu yg membuat  publik tidak mendapatkan kepastian hukum antara lain; Pemilih yang mengalami ketergangguan jiwa dan ingatan atau penyandang disabilitas intelektual dan mental, yang sampai saat ini KPU belum kelihatan ada melakukan sosialisasi terhadap para penyandang “disabilitas intelektual dan mental/ grahita.

“Ingat mereka punya hak sebagai pemilih  maka mereka pun juga punya hak untuk mendapatkan sosialisasi Pemilu tersebut,”ujar Endang yang juga sebagai Lawyer dibawah HKM law office.

Hal ini kata Endang yang dulu juga pernah menjadi Ketua KPU Padang, perlu dilakukan kajian lebih matang dengan memberikan suatu standarisasi, kalau ini tidak dilakukan akan menyisakan persoalan di TPS nantinya.

Termasuk juga kata Endang soal polemik pengadaan kotak suara yang berbahan kardus dengan alasan penghematan anggaran,  tetapi juga harus dipertimbangkan bagaimana kondisi alam dan geografis Indonesia pada saat distribusi logistik dan pada hari pemungutan dan penghitungan suara.

“inventarisasi  kondisi geografis wilayah  dengan pertimbangan daerah kepulauan, faktor jika terjadi kebakaran, konflik, kelembaban dan cuaca. hal ini harus ada antisipasi agar kotak suara aman untuk  kwalitas Pemilu itu dapat terjaga dengan baik dalam kondisi kita ada di wilayah  kepulauan yang berikhlim tropis,”ujar Endang

Belum lagi persoalan persolan gugatan yang muncul dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu terutama pada tahap pencalonan adanya pihak pihak yg melakukan uji materil terhadap UU no 7 tahun 2017 terhadap UUD 1945 ke MK, maupun judicial review ke MA terkait PKPU, dan juga gugatan ke PTUN, terkait pelanggaran administratif pemilu.

“Belum lagi yang tidak puas dengan keputusan KPU dilaporkan ke Bawaslu, sehingga hal ini menyebabkan hubungan KPU dan Bawaslu seharusnya menjadi lembaga check and balances sebagai penyelenggara Pemilu, justru berjalan sendiri-sendiri menunjukan kekuatan masing masing,”ujar Endang.

Mahkamah Pemilu

Lalu sudah pasti ditebak usai penetapan hasil pasti gelombang sengketa ke MK terjadi.

“Semuanya akan bermuara ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang terpusat di Jakarta, dan tentu ini akan membuat cost penyelesaian sengketa cukup besar, terutama bagi daerah,”ujar Endang.

Untuk mengatasi kondisi ini, dan menjadi bulir penting launching HKM Institut perlu dibentuk Mahkamah Kepemiluan.

“HKM Institut mengusulkan kepada stakehokder negara supaya dibentuk Mahkamah Kepemiluan atau Peradilan Kepemiluan yang berada di setiap wilayah provinsi, dalam bentuk Ad-hok, memang hal ini perlu kajian kajian mendalam, dan HKM Institute akan fokus soal ini kedepan,”ujar Endang.(romel)