Tol Probowangi Harus Miliki Studi Kelayakan Lengakap

oleh -78 views
Politisi Perempuan Nasional PKS Nevi Zuairina minta dokumen kelayakan pembangunan Tol Probowangi harus lengkap, Selasa 24/11. (foto: nzcenter)

Surabaya –Hj Nevi Zuairina saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR kepada BUMN Karya pada pembahasan Tol Probowangi dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dari seorang legislator.

Kunjungan yang kerja yang beracara di Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur ini memfokuskan pada pembahasan tol Probowangi (Probolinggo – Banyuwangi) yang saat ini masih berlanjut.

Tol Probowangi menjadi satu dari sekian ruas tol Trans Jawa ini memasuki tahap inventarisasi, pengukuran tanah dan appraisal atau penaksiran nilai tanah untuk ganti rugi tanah yang terdampak.

“Saya meminta ada penuntasan studi kelayakan dan rentetan segala prosedur yang mesti lengkap dan tuntas sehingga tidak ada persoalan dikemudian hari. Bila di tengah jalan ada persoalan-persoalan yang mengganjal, maka negara yang dirugikan yang ujungnya masyarakat yang terkena dampaknya,”ujar Nevi Selasa 24/11 di Pasuruan.

Karena itu Nevi Zuairina Anggota DPR dari FPKS ini ingin mendapat gambaran informasi yang menjabarkan bahwa inventarisasi lahan ini melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Perkerjaan Umum. Namun karena kedua instansi ini punya kesibukan masing-masing sehingga proses inventarisasi tidak bisa berjalan maksimal. Karena butuh penyesuaian dengan jadwal dari dua Dinas tersebut.

Kunjungan kerja BUMN Karya ini sekiranya anggota komisi VI DPR bertemu dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Raharja (Persero). Nevi tetap Fokus pada pembahasan kelanjutan tol trans Jawa ini karena merupakan tol yang dapat jadi rujukan untuk semua propinsi termasuk Sumatera Barat tempat asal politisi ini.

Politisi Perempuan Nasional PKS ini juga mempertanyakan, agar tidak menjadi polemik berkepanjangan, perlu penjelasan detail seputar pembangunan tol Probowangi ini. Dari info yang beredar dan ia terima, perlu adanya konfirmasi bahwa Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) sepanjang 171,516 Km tak kunjung memasuki tahap konstruksi karena terkendala masalah pembebasan lahan.

“Tolong jelaskan apa yang terjadi dilapangan, dan bagaimana pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat setempat ? seperti apa bentuk kompensasi yang diberikan kepada warga yang lahannya terpakai untuk proyek tol Probowangi ini ?”, tanya Nevi.

Pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan ini perlu dijawab pihak pelaksana secara terbuka dan bila perlu dipublikasikan kepada masyarakat yang berkepentingan, agar persoalan cepat selesai dan tidak ada masyaraka yang dirugikan.

“Pembangunan ini pada tujuan utamanya adalah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Pembangunan jalan tol ataupun semua sarana prasarana yang merupakan proyek infrastruktur mesti mengacu pada pelayanan pada masyarakat luas. Jangan sampai sebaliknya, masyarakat yang rugi dan menderita,”kata Nevi Zuairina mengingatkan. (rilis: nzcenter)