Berikutnya menurut Khairul, perantau etnis minang ini cepat belajar dan ini kelebihan lain dari perantau minang.
“Itu karena orang minang mengandalkan otak dulu baru bekerja” ujar Khairul Alam
Nah selain itu, kata Khairul yaitu sifat berani berapekulasi dan menghadapi resiko dari setiap usahanya.“Lihat aja betapa terkenalnya pedagang K5, karena rata rata asal Sumbar, dia berjualan di depan toko orang WNI keturunan. Kejaran Satpol PP atau Trantib mungkin tak terhiting lagi, tapi mereka tak pernah berhenti berdagang, besok berdagang lagi apapun resiko kan dihadapinya,”ujar Khairul.
Kecermatan memilih usaha juga menjadi kunci, selama ini perantau minang dominan memilih usaha bidang makanan dan pakaian. Kedua bidang itu selalu dibutuhkan orang, sampai kapan pun dua bidang itu sangat dibutuhkan.
“Terbukti dengan terkenalnya rumah Makan Padang. Hampir di seluruh dunia ada saya seorang perantau tidak hanya itu, perantau minang banyak bisa sukses karena pintar memimpin. Hal itu terlihat dengan banyaknya perantau asal minang yang mendapat kepercayaan menjabat di Pemerintahaan meski berada di luar Sumatera Barat. Tidak hanya menteri, bahkan menjadi kepala daerah ada yang berdarah turunan minang. “Saya selalu berharap dan inginkan agar Sumbar betul betul maju, sejajar dengan provinsi lain yang banyak tinggalkan Sumbar, karena kita punya semua persyaratan untuk lebih maju dari daerah lain,”ujarnya.Jumlah perantau minang memang belum ada statistik pasti mengkalkulasikannya, tapi kata Khairul jumlah perantau itu lebih banyak dari jumlah penduduk Sumbar sendiri.
“Meski ada yang membully dengan istilah Padang bengkok, menurut saya itu perantau minang yang bertindak melanggar hukum itu perantau yang tersesat dan melupakan falsafah minang sendiri,”ujarnya. (ded-jkt)
Editor : Adrian Tuswandi, SH