Kemudian Pak De mencari tempat yang cukup luas untuk usaha dagangannya. Ia menyewa tempat di sekitar Jl. Parak Gadang.“Semenjak pindah ke tempat yang baru, Alhamdulillah rejekinya makin lancar,” sebut Pak De.
Beberapa tahun berlalu, pemilik tempat yang disewa oleh Pak De ternyata memutuskan untuk tidak menyewakan tempatnya lagi. Setelah itu Pak De memutuskan untuk pindah ke tempat lain tepatnya di dekat Kampus 2 UIN Imam Bonjol, lokasinya sejajar dengan Kampus dengan jarak kurang lebih 100 meter.“Namanya juga usaha pasti ada maju mundurnya, itu sudah jadi bagian yang saya terima,” ujar Pak De. Dulu warung Bakso Pak De di Jl. Parak Gadang sangat ramai pengunjung. Sekarang sepi pelanggan, mungkin ini juga salah satu dampak pandemi saat ini.“Kita saja yang hendaknya punya strategi yang tepat agar usaha tidak gulung tikar,” ujar Pak De.Semenjak pandemi, Pak De memutuskan untuk menerima pesanan untuk acara apa saja, sehingga angka produksi Bakso Malang Pak De tetap seimbang. Dari yang dulu tidak sempat menerima pesanan, saking ramainya warung saya, sekarang saya malah menerima pesanan dalam bentuk apapun. Asal rejeki, ada saja jalannya,” ujar Pak De.(analisa)
Editor : Adrian Tuswandi, SH
