Ditambahkannya, guna memeriahkan hari jadi Sumatera Barat ke-77, DPRD Sumatera Barat disamping menyelenggarakan Rapat Paripurna juga menggelar kuliner rakyat untuk tamu, undangan dan masyarakat umum, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya kuliner Sumatera Barat yang beragam dengan rasa yang enak dan enak sekali.
"Tanggal 1 Oktober 1945, merupakan Hari Jadi Sumatera Barat sebagai kesatuan masyarakat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penetapan tanggal 1 Oktober 1945 tidak mengurangi makna dan eksistensi daerah Sumatera Barat yang telah ada jauh sebelum penetapan Hari Jadi ini.
Perjalanan panjang sejarah provinsi Sumatera Barat baik sebelum maupun setelah penetapan Hari Jadi Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober 1945, telah mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Banyak kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam perkembangan peradaban kehidupan masyarakat Sumatera Barat, namun tidak pula dapat diingkari masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu kita benahi bersama," tambah Supardi.
Ia juga menyampaikan beberapa gambaran terhadap Sumatera Barat diusia yang ke-77 hari ini, yakni:
Masyarakat Sumatera Barat dikenal dengan karakter budaya, adat dan keagamaan serta jiwa kegotong-royongan serta raso badunsanak yang cukup kuat dalam kehidupan sehari-hari. Ada tigo tungku sajarangan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai sebagai unsur kemimpinan yang terus menyesuaikan dengan tataran kondisi kekinian. Istilah kepemimpinan tungku tigo sajarangan di ibaratkan dengan bejana di atas tungku. Jika bejana dalam posisi seimbang di atas tungku, bejana tidak akan jatuh ke api. Artinya pemerintah berjalan dengan posisi dan kedudukan masing-masing, maka masyarakat akan terhindar dari permasalahan.
Pemecahan masalah di Minang sangat unik yaitu dengan musyawarah dan mufakat, Sesuai dengan pepatah lama,Alang tukang tabuang kayu,
Alang cadiak binaso adat,Alang alim rusak agamo,Alang sapaham kacau nagari.Dek ribuik kuncang ilalang,
Katayo panjalin lantai,Hiduik jan mangapalang,
Kok tak kayo barani pakai.
